The relationships between teachers’ evaluation of children’s academic readiness and children’s later outcomes
Dalam penelitian ini,
taman kanak-kanak dinilai sebagai suatu hal yang penting ke dalam sistem
pendidikan. Para politisi dan pakar percaya keberhasilan anak-anak di taman
pendidikan akan menghasilkan prestasi akademis di kemudian hari. Oleh karena
itu, perlu adana pemahaman yang baik dalam kesiapan anak-anak di sekolah,
mempertimbangkan cara mengukur dan pengaruhnya terhadap pembelajaran. Dalam
artikel ini penulis menguji laporan guru tentang kesiapan akademis anak-anak
saat masuk taman kanak-kanak. Dengan menggunakan model penelitian pertumbuhan
berbasis laten dengan prediktor invarian waktu untuk menganalisis secara
keseluruhan.
Dijelaskan bahwa peningkatan
pendanaan berdasarkan keyakinan jika sekolah memilki kemampuan untuk mengatasi
kesenjangan dalam pendidikan. Siswa harus dipersiapkan mulai taman kanak-kanak
agar nantinya bisa menghasilkan prestasi dan kesuksesan akademik, perguruan
tinggi bahkan juga di dunia karir abad ke dua puluh satu. Kebijakan pendidikan
anak usia dini menekankan pada persiapan diri siswa. Meskipun terdapat ekspektasi
yang tinggi, definisi kesiapan sekolah bervasiasi dari waktu ke waktu.
Setiap negara memiliki penilaian
kesiapan akademis yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan data yang
mewakili secara nasional bagaimana kesiapan mereka, guru, dan peserta didik
yang berkaitan dengan hasil akademik mereka dikemudian hari. Adanya kesiapan
dalam pra sekolah, anak akan memilki kesuksesan dikemudian hari. Banyak hal
yang akan mudah baginya ketika sudah memilki kesiapan diri sejak masa taman
kanak-kanak. Kesiapan dalam hal matematika anak taman kanak-kanak dan dalam hal
lainnya dapat menentukan masa depan mereka nantinya akan berkuliah di bidang
apa.
Cara negara memastikan
peningkatan kesiapan diri siswa adalah dengan adanya laporan dari guru. Terkadang
penilaian tradisional berbasis kertas dan pensil tidak sesuai dengan
perkembangan anak-anak. Maka dari itu diharapkan laporan dari guru mampu memberikan
pemahaman mengenai kemampuan anak.
Penelitian ini berfokus
pada bagaimana kesiapan anak, dengan memprediksinya menggunakan penelitian
skala akademik dan ATL di awal. Studi ini memodelkan data sebagai model pertumbuhan
basis laten dengan predikator invarian waktu. Para guru mengevaluasi dengan
menggunakan ATL literasi, pemikiran matematika dan juga sains.
Penelitian ini
menggunakan tiga hipotesis untuk menguji analisis faktor konfirmatori dan model
pertumbuhan basis laten. Pada hipotesis pertama, bertentangan dengan penelitian
sebelumnya yang menyatakan bahwa membaca dan ATL di taman kanak-kanak secara
signifikan memprediksi kemampuan membaca dikemudian hari. Dalam penelitan ini
ditemukan bahwa persepsi guru tentang evaluasi menguji kemampuan membaca siswa
hanya dilakukan pada tahun yang sama bukan pada tahun berikutnya.
Jika sebelumnya pengujian
menggunakan skor IRT langsung, kini peneliti menggunakan guru persepsi untuk
mengukur kemampuan bahasa dan literasi anak-anak. Persepsi guru terhadap hal
itu menunjukkan hubungan tidak signifikan dengan tes langsung di taman
kanak-kanak. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti
kesalahan penilaian guru, kurangnya informasi tentang pengetahuan awal anak dan
dampak literasi yang minim serta ketidakselarasan kurikulum.
Selain itu anak-anak yang
diidentifikasi oleh guru memiliki kemampuan literasi yang lebih tinggi
menunjukkan hal tersebut. Artinya,
mungkian saja benar ada kesalahan penilaian karena adanya sedikit peningkatan
dalam tes langsung siswa. Ataupun adanya efek batas atas dimana skor terlalu
tinggi untuk menunjukkan pertumbuhan.
Studi ini menunjukkan
bahwa persepsi guru terhadap pembelajaran akademis anak-anak dapat memprediksi
hasil pembelajaran dan perilaku mereka. Awal taman kanak-kanak memiliki
hubungan signifikan dengan pencapaian awal keseluruhan dan pertumbuhan dalam
waktu ke waktu di setiap pembelajaran. Kesiapan anak dalam belajar merupakan
indikator penting terhadap hasil akademik di masa depan.
REFERENCE:
Kim, Jiye. (2024). The relationships between teachers’
evaluation of children’s academic readiness and children’s later outcomes. International Journal of Child Care
and Education Policy.

Komentar
Posting Komentar